Selasa, 27 Desember 2011

PENGARUH MEDIA TANAM (TANAH, PASIR, DAN GABAH) DALAM PERTUMBUHAN TANAMAN CABE



ABSTRAK

D
alam bidang pertanian banyak hal yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tanaman yang di tanam bagus dan dalam hal waktu lebih cepat pertumbuhannya  sehingga  dapat memanen dengan cepat. Untuk mempercepat pertumbuhannya inilah tumbunan membutuhkan unsur hara yang banyak dan  tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Cara bercocok tanam dengan media tanam inilah yang menjadi patokan tumbuh kembang tanaman baik atau tidak. Media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Tanaman cabai merupakan komodita yang memiliki nilai ekonomi tinggi. pada musim kemarau sebagian besar kering dan berpotensi untuk ditanami berbagai tanaman seperti palawija dan sayuran.

Kata kuci: Bercocok tanam, Media Tanam








A.     PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia, Karena buahnya selain dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, membuka kesempatan kerja serta sebagai sumber vitamin C. dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung. Luas tanaman dan produksi cabe di Irian Jaya pada tahun 1998 adalah 4.104 ha dengan produksi 8.565 ton/ ha (Anonim, 2009a).
Kebutuhan akan cabai akan terus meningkat setiap tahun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan berkembangnya industri makanan olahan. Meskipun kebutuhan cabai meningkat, produksi cabai di Indonesia masih tergolong rendah. Karena faktor cuaca dan serangan hama. Luas panen cabai besar di 33 provinsi wilayah Indonesia adalah 113.079 ha dengan produksi dan rata-rata hasil per ha 6,51 ton (Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2006).

2.      Rumusan Masalah
Apakah Media tanam mempengaruhi terhadap pertumbuhan tanaman cabai?

3.      Tujuan
Mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman cabai.

B.     TINJAUAN PUSTAKA

1)      Deskripsi
Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan (solanaceae.)yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird’s eye chili pepper.
2)      Jenis Tanaman
Berdasarkan klasifikasinya, kol/kubis termasuk dalam:
Kingdom             : Plantae
Subkingdom       : Tracheobionta
Super Divisi       : Spermatophyta
Divisi                 : Magnoliophyta
Kelas                  : Magnoliopsida
Sub Kelas           : Asteridae
Ordo                   : Solanales
Famili                 : Solanaceae
Genus                 : Capsicum
Spesies               : Capsicum annum L.


Jenis-jenis Cabe:
·         CHILI PEPPER
Warnanya bermacam-macam, Hijau, Kuning, Jingga, Merah bahkan Hitam. Rasa pedasnya terletak pada biji dan dagingnya. Untuk masakan tertentu seperti Pindang, cabai sengaja dibakar dulu hingga kehitaman agar harumnya lebih aman.
·         CHERRY PEPPER
Panjangnya 2-3 cm. Warnanya Merah terang. bentuknya tidak beraturan. Rasanya cukup pedas. Dinegaranya India, cabai jenis ini dijual sepanjang tahun.
·         CAYENNE PEPPER
Sering diterjemahkan sebagai Cabai Rawit.Berbentuk lurus, panjangnya 8 cm berwarna merah, memiliki ketajaman rasa, banyak tumbuh di Amerika Selatan.
·         BIRD PEPPER
Panjangnya tidak lebih dari 2 cm, berwarna tembaga dengan rasa pedas yang mencolok. Dijual dalam bentuk segar dan juga kering.
·         PAPRIKA
Bentuknya besar. Warnanya Hijau, kadang Merah. Pedasnya tidak terlalu menyengat, namun memiliki keharuman yang khas. Biasanya disajukan sebagai salad karena rasanya yang renyah.
3)      Manfaat Tanaman
Dalam bidang pangan untuk bumbu masakan, sambel, dan sebagainya. Dan dalam bidang kesehatan Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.
4)      Media Tanam
Media tanam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perbanyakan tanaman dan pertumbuhan awalnya. Agar pertumbuhan bibit dapat baik, media tanam diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai:
• Media hendaknya gembur agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan akar dapat leluas menembus.
• Kelembaban media harus cukup dan ini dapat diatasi dengan penyiraman, karena air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
• Media hendaknya bersifat sarang sehingga oksigen dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
• Media hendaknya bebas dari gulma, nematoda dan berbagai penyakit.
• Sebaiknya kadar salinitas rendah.
• Media hendaknya mengandung hara yang diperlukan bagi tanaman.
Berdasarkan persyaratan tersebut diatas maka media yang digunakan adalah pasir, tanah, sekam padi, dan pupuk kandang (Sumiarsih, 1999).
Media tanam berfungsi sebagai tempat akar melekat, mempertahankan kelembaban dan sebagai sumber makanan. Media yang baik dapat menyimpan air untuk kemudian dapat dilepaskan sedikit demi sedikit dan dimanfaatkan oleh tanaman (Budiyati,1994). 
Meskipun kerusakan tanah dapat dicegah dengan memperbaiki struktur tanah tetapi penggunaan pestisida dan conditioner dalam sekala besar tidak dapat dibenarkan. Hal ini dapat mempengaruhi dalam hal konservasi tanah dan penyerapan nutrisi dalam tanah. Dengan pupuk organik tanah tidak akan miskin hara dan tanaman akan memperoleh keuntungan dengan menyerap nutrisi dari dalam tanah (Buurman,1980).
Disamping memberikan dukungan secara fisik pada tanaman, tanah merupakan sumber mineral dan air bagi tanaman. Kondisi tanah dan mineral dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Lingkungan atmosfer harus tersedia pada kedalaman yang cukup dalam tanah sehingga akar tanaman dapat memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk respirasi secara langsung dari udara (Villareal dan Donald, 1969).
5)      Media Tanam Pasir
Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam.
Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses pemisahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air atau angin. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal.
6)      Media Tanam Sekam
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam  mentah memiliki tingkat porositas. Sebagai media tanam, berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.
Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

C.    METODE PENELITIAN

1.      Tempat dan Waktu
i)        Tempat
Tempat penelitian dilaksanakan di rumah peneliti Jl. Ketib Asror RT/RW 04/03 Desa Leuwimunding- Leuwimunding- Majalengka
ii)      Waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 maret 2011 sampai dengan tanggal 13 Mei 2011.

2.      Design Penelitian
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman cabe. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman cabe dengan media tanam yang berbeda.

3.      Prosedur Penelitian
a.       Siapkan 3 buah pot
b.      Lalu pot 1 diisi dengan tanah
c.       pot 2 diisi dengan pasir dan pot 3 diisi dengan sekam padi
d.      Pemberian media tanam pada setiap pot dengan volume yang sama.
e.       Masing-masing media tanam di tanami lima kecambah cabe.
f.       Dilakuan penyiraman dengan volume air yang sama
g.      Letakkan media tanam di tempat yang terkena sinar matahari dan perlakuanlah ketiga media tanam dengan perlakuan yang sama.
h.      Amatilah pertumbuhan tanaman cabe selama 5 hari sekali dan sampai dengan 12 hari kedepan.
i.        Tulis hasil pengamatan di table hasil pengamatan.

4.      Analisis Data
D.    HASIL DAN PEMBAHASAN

1.      Hasil Penelitian

a.    Tanah
Tanggal pengukuran
Ulangan (cm)
rata-rata
1
2
3
4
5
Awal (20maret)
7
7,5
7
8
7
7,3
24-Mar-11
9
9,5
9
10
9,4
9,4
29-Mar-11
11
12
11
12,2
11
11,4
03-Apr-11
13
14
13
14,5
12,5
13,4
08-Apr-11
15
17
15
17
15
15,8
13-Apr-11
17
19
16,5
19
17
17,7
18-Apr-11
18,5
21
19
21
19
19,7
23-Apr-11
20
23
20,5
23
20
21,3
28-Apr-11
22
24
22
24,5
22
22,9
03-Mei-11
24
26
24
26
24
24,8
08-Mei-11
26
28
26
28
26
26,8
13-Mei-11
27,5
29,5
28
30
27,5
28,5


b. Pasir
Tanggal pengukuran
Ulangan (cm)
rata-rata
1
2
3
4
5
Awal (20maret)
8
9
8,5
9
8
8,5
24-Mar-11
10
11
10,5
11
9,4
10,4
29-Mar-11
11
13
12
13
11
12
03-Apr-11
13
15
14
14,5
12,5
13,8
08-Apr-11
15
16,5
16
17
15
15,9
13-Apr-11
16,5
0
17,5
19
17
14
18-Apr-11
18
0
19
21
0
11,6
23-Apr-11
0
0
21,5
23
0
8,9
28-Apr-11
0
0
23
24,5
0
9,5
03-Mei-11
0
0
25
25,5
0
10,1
08-Mei-11
0
0
25,5
27
0
10,5
13-Mei-11
0
0
28
29
0
11,4




c. Sekam

Tanggal pengukuran
Ulangan (cm)
rata-rata
1
2
3
4
5
Awal (20maret)
9
9
8
8
7

24-Mar-11






29-Mar-11






03-Apr-11






08-Apr-11






13-Apr-11






18-Apr-11






23-Apr-11






28-Apr-11






03-Mei-11






08-Mei-11






13-Mei-11







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar